Perkembangan Kolonialisme Dan Imperalisme Eropa
_________________________________________________
Pada permulaan abad pertengahan,bangsa Eropa sudah mengenal hasil/komoditas dagang dari Indonesia, yaitu rempah rempah. Keadaan ini menyebabkan perdagangan antara dunia timur dengan Eropa menjadi mundur, sehungga barang barang yang sangat dibutuhkan oleh orang orang eropa menjadi berkurang di pasaran Eropa terutama rempah rempah .
• Latar Belakang Penjajahan Bangsa Eropa
Berikut faktor faktor yang mendorong bangsa bangsa Barat pergi ke dunia timur
A.proses masuknya bangsa eropa di Indonesia yaitu saat jatuhnya konstantinoprl ke tangan turki (1453), yang menyebabkan bangsa Eropa ingin mencari pusat atau sumber dimana rempab rempah itu berarda.
B.Ingin membuktikan bahwa bumi ini bulta
B.Ingin membuktikan bahwa bumi ini bulta
C.kemajuan pengetahuan dan teknologi seperti kapal kompas dan meriam
D.Hasrat untuk menjajah dunia
E.melanjutkan perang salib
F.Tulisan Marcopolo dalam bukunya Book Of Various Experiences (Keajaiban Dunja) yang berisi
kisah perjalanan Marcopolo yang menceritakan bahwa daerah Asia alamnya sangat indah, subur
dan beriklim baik
dan beriklim baik
G.Buku tulisan Tom Pires (Suma Orriental) yang mengatakan bahwa Asia tanahnya sangat subur dan berikilim baik
H.mewujudkan 3G yaitu Gold (mencari emas atau kakayaan), Glory (mencan kem atau kejayaan)
H.mewujudkan 3G yaitu Gold (mencari emas atau kakayaan), Glory (mencan kem atau kejayaan)
dan Gospel (penyebaran agama Knsten).
2.Masuknya Bangsa Portugis Ke Indonesia
Bangsa Eropa yang pertama masuk di Indonesia, yaitu bangsa Portugis.Bangsa Portugis mengirimkan pelaut-pelaut Portugis di bawah pimpinan Bartholomeus Dias (1487-1488) yang berhasil sampai ke ujung selatan Afrika yang disebut Tanjung Pengharapan (Cape of Good Hope). Hanya sampai ujung Afrika Selatan karena besarnya gelombang .ombak Samudra Hindia, sehingga kapal-kapal yang dibawa oleh Bartholomeus Dias tidak berhasil melewatinya. Kemudian Vasco da Gama (1497-1498) yang bertolak dari Lisabon menuju Kepulauan Tanjung Varde dan akhirnya tiba di Tanjung Pengharapan tahun 1497, dan tahun 1498 mendarat di Kali kut, Pantai Malabar India. Selanjutnya, Alfonso d'Albuquerque (1510-1515), yang berhasil menaklukkan goa di pantai barat India pada tahun 1510 dan Malaka (1511), pusat perdagangan Islam di Asia Tenggara. Dari Malaka meneruskan penguasaan atas Myanmar (Burma). Dari Myanmar inilah ia menjalin hubungan perdagangan dengan Maluku (1512). Untuk menguasai pusat rempah-rempah di Maluku, maka diutuslah Antonio D' Abreau dan Fransisco Serao ke Maluku. Portugis kemudian memperkuat kekuasaan di Maluku dengan cara membangun pabrik-pabrik di Bacan dan Ternate, mendirikan benteng Sao Paulo mengganti S. Tabariji yang hendak melawan Portugis. Di Maluku, Portugis melakukan monopoli perdagangan sehingga menimbulkan penderitaan rakyat, keadaan ini menyebabkan terjadinya perlawanan rakyat dipimpin S. Hairun, tetapi dapat diatasi lalu muncul lagi perlawanan dipimpin S. Baabullah yang menyebabkan Portugis menyingkir ke Timor-Timur
Bangsa Eropa yang pertama masuk di Indonesia, yaitu bangsa Portugis.Bangsa Portugis mengirimkan pelaut-pelaut Portugis di bawah pimpinan Bartholomeus Dias (1487-1488) yang berhasil sampai ke ujung selatan Afrika yang disebut Tanjung Pengharapan (Cape of Good Hope). Hanya sampai ujung Afrika Selatan karena besarnya gelombang .ombak Samudra Hindia, sehingga kapal-kapal yang dibawa oleh Bartholomeus Dias tidak berhasil melewatinya. Kemudian Vasco da Gama (1497-1498) yang bertolak dari Lisabon menuju Kepulauan Tanjung Varde dan akhirnya tiba di Tanjung Pengharapan tahun 1497, dan tahun 1498 mendarat di Kali kut, Pantai Malabar India. Selanjutnya, Alfonso d'Albuquerque (1510-1515), yang berhasil menaklukkan goa di pantai barat India pada tahun 1510 dan Malaka (1511), pusat perdagangan Islam di Asia Tenggara. Dari Malaka meneruskan penguasaan atas Myanmar (Burma). Dari Myanmar inilah ia menjalin hubungan perdagangan dengan Maluku (1512). Untuk menguasai pusat rempah-rempah di Maluku, maka diutuslah Antonio D' Abreau dan Fransisco Serao ke Maluku. Portugis kemudian memperkuat kekuasaan di Maluku dengan cara membangun pabrik-pabrik di Bacan dan Ternate, mendirikan benteng Sao Paulo mengganti S. Tabariji yang hendak melawan Portugis. Di Maluku, Portugis melakukan monopoli perdagangan sehingga menimbulkan penderitaan rakyat, keadaan ini menyebabkan terjadinya perlawanan rakyat dipimpin S. Hairun, tetapi dapat diatasi lalu muncul lagi perlawanan dipimpin S. Baabullah yang menyebabkan Portugis menyingkir ke Timor-Timur
3.Masuknya Bangsa Spanyol Ke Indonesia
Selanjutnya Spanyol, sesuai dengan Perjanjian Tordessillas melakukan penjelajahan Samudra ke dunia timur. Bangsa Spanyol mengirimkan Ferdinand Magelhaens (1480- 1521) yang dibantu oleh Kapten Jun Sebastian del Cano dan Pigafeta mulai berlayar ke arah barat daya dengan mengikuti rute Christoper Colombus. Magelhaens tiba di Kepulauan Filipina pada tahun 1521 setelah melintasi Samudra Atlantik lalu ke ujung selatan Amerika. Magelhaens tewas di Filipina karena dibunuh oleh Suku Mactan, Juan Sebastian del Cano yang mendampingi Magelhaens melanjutkan penalanan dari Filipina ke Indonesia. Pada tahun 1522, ia sampai di Maluku dan membantu Tidore melawan Ternate yang dibantu Portugis tetapi kalah
4.Masuknya Bangsa Belanda Ke Indonesia
Seteiah Spanyol, kemudian bangsa Belanda mengirimkan Cornelis de Houtman mendarat di Banten (Indonesia) pada tahun 1596 Masehi. Latar belakang Belanda pergi ke dunia timur karena tidak boleh berdagang di Lisabon, pusat rempah-rempah di Eropa. Maka berbekal buku Intinerario karya Jan Huygen van Linschoten akhirnya Beland memberanikan diri menjelajahi Samudra ke dunia timur. Dari bandar Banten, pelaut Belanda melanjutkan pelayarannya ke arah timur dan mereka kembali dengan membawa rempah-rempah dalam jumlah yang cukup banyak. Guna mengatasi persaingan antara pedagang Belanda itu sendiri, pemerintah membentuk badan usaha atau kongsi dagang yang diberi nama Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) yaitu persekutuan dagang Hindia Timur. VOC berdiri tahuri 1602 yang juga lebih sering disebut oleh bangsa Indonesia dengan sebutan Kompeni Belanda. Akibat kecongkakan Cornelis, dia diusir dari Banten. Kemudian Jacob Van Neck yang juga mendarat di Banten pada tahun 1598 Masehi. Ląlu disusul de Keyzer yang mendarat di pantai barat Afrika.
5.Masuknya Bangsa Inggris Ke Indonesia
Seteiah Spanyol, kemudian bangsa Belanda mengirimkan Cornelis de Houtman mendarat di Banten (Indonesia) pada tahun 1596 Masehi. Latar belakang Belanda pergi ke dunia timur karena tidak boleh berdagang di Lisabon, pusat rempah-rempah di Eropa. Maka berbekal buku Intinerario karya Jan Huygen van Linschoten akhirnya Beland memberanikan diri menjelajahi Samudra ke dunia timur. Dari bandar Banten, pelaut Belanda melanjutkan pelayarannya ke arah timur dan mereka kembali dengan membawa rempah-rempah dalam jumlah yang cukup banyak. Guna mengatasi persaingan antara pedagang Belanda itu sendiri, pemerintah membentuk badan usaha atau kongsi dagang yang diberi nama Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) yaitu persekutuan dagang Hindia Timur. VOC berdiri tahuri 1602 yang juga lebih sering disebut oleh bangsa Indonesia dengan sebutan Kompeni Belanda. Akibat kecongkakan Cornelis, dia diusir dari Banten. Kemudian Jacob Van Neck yang juga mendarat di Banten pada tahun 1598 Masehi. Ląlu disusul de Keyzer yang mendarat di pantai barat Afrika.
5.Masuknya Bangsa Inggris Ke Indonesia
Sejak abad ke-17, para pedağang Inggris sudah berdagang sampai di daerah India. Di India timur, para pedagang Inggris mendirikan kongsi dagang yakni East India Company (EIC) pada tahun 1600, dengan daerah operasinya, yaitu India. Pusat kekuasaan EIC di Kalkuta (India), dan dari kota inilah Inggris meluaskan wilayahnya ke Asia Tenggara. Kedatangan bangsa Inggris ke Indonesia dirintis oleh Francis Drake dan Covendish. Pada tahun 1579, mereka berhasil membawa rempah-rempah dari Maluku. Di bawah Gubernur Jenderal Lord Minto yang berkedudukan di Kalkuta, dibentuk ekspedisi Inggris untuk merebut daerah-daerahkekuasaan Belanda yang ada di wilayah Indonesia. Inggris berhasil menjalin hubungan dagang dengan Aceh, Jayakarta, Banjar, Maluku dan Makassar. Tetapi Inggris tidak berhasil menanamkan pengaruh di Indonesia karena ketidaksenangan rakyat yang memaksakan cara dagang menurut aturannya sendiri.Kemudian Inggris mengirimkan Kapten James Lancaster yang mendarat di Jawa dan Bali. Pada tahun 1811, Thomas Stamford Raffl es telah berhasil merebut seluruh wilayah ekekuasaan Belanda di Indonesia. Berdasarkan Perjanjian London tahun 1815, Inggris diharuskan mengembalikan kekuasaannya di Indonesia kepada Belanda. Pada tahun 1816, Inggris melaksanakan kewajibannya itu
No comments:
Post a Comment