Sunday, September 2, 2018

Perkembangan Kolonialisme Dan Imperalisme Eropa Bab1 part 3

c.strategi Perlawanan Bangsa Indonesia Terhadap Penjajahan Bangsa Eropa sampai awal abad ke 20
__________________________________________
1. Perlawanan Bangsa Indonesia terhadap Portugis dan Spanyol
Berikut perlawanan yang dilakukan oleh bangsa Indonesia terhadap Portugis dan
Spanyol.
a. Perlawanan Kerajaan Aceh
Perlawanan Kerajaan Aceh yang dipimpin Sultan Ali Mughayat Syah dan dilanjutkan Sultan Iskandar Muda Perang disebabkan oleh persaingan antara Kerajaan Aceh dengan Portugis dalam memperebutkan jalur perdagangan di Selat Malaka Usaha Aceh untuk menyingkirkan Portugis dilakukan dengan cara melengkapi kapal dagangnya dengan prajurit dan persenjataan, menjalin kerja sama dengan Kerajaan Demak, dan meminta bantuan persenjataan ke Turki, Inggris, Goa, dan Gujarat. Dalam perang tersebut, tidak ada yang menang dan yang kalah. Perang berakhir setela jatuhnya pelabuhan Malaka ke tangan Belanda tahun 1641.
b.Perlawanan Kerajaan Demak
Untuk menyingkirkan Portugis dari Malaka, Pangeran Sabrang Lor atau Dipati Unus menghimpun dan mengirimkan pasukan dari Jawa, Makassar, Lampung lalu bekeria sama dengan Kerajaan Aceh untuk merebut pelabuhan Malaka. Namun tindakan tersebut mengalami kegagalan karena kalah persenjataan bahkan Dipat Unus tertembak namun masih selamat sampai di Jawa. Guna menghalangi kekuasaan Portugis atas Jawa, pengganti Dipati Unus yaitu Sultan Trenggono memperluas kekuasaan ke Jawa Barat dan Jawa Timur. Tetapi Pasuruan dan Blambangan, tidak berhasil ditaklukkan.

C.Perlawanan Kerajaan Ternate
Perlawanan mulai terjadi sejak tahun 1533 yang dipimpin Sultan Dajalo. Perang ini disebabkan adanya monopoli perdagangan oleh Portugis. Selain itu, Portugis ikut campur tangan memandang rendah penduduk Ternate. Oleh karena itu, Sultan Dajalo menyatukan rakyat Ternate, Tidore, dan Iran untuk bangkit melawan Portugis. Pasukan Ternate berhasil membakar benteng dan mendesak pasukan Portugis. Tetapi berkat bantuan salah intern kerajaan, keserakahan, dan kesombongan Portugis yang pasukan Portugis dari Malaka yang dipimpin Antonio Galvano perlawanan dapat dipadamkan. Pada tahun 1565 perlawanan rakyat bangkit lagi, dipimpin Sultan Hairun.Pasukan Portugis terdesak dan meminta diadakan perjanjian damai di benteng New Victoria. Sultan Hairun memenuhi permintaan Portugis namun secara licik Sultan Hairun dibunuh oleh kaki tangan Portugis di dalam benteng. Meninggalnya Sultan berkobar lagi dan lebih besar, yang dipimpin Sultan Baabulah, putra Sultan Hairun. Pada tahun 1574, benteng portugis berhasil direbut dan tanggal 28 Desember 1577 Portugis terusir dari seluruh Maluku dan melarikan diri ke Timor-Timur 
 2.Perlawanan Bangsa Indonesia terhadap Belanda 
1.perlawanan kerajaan mataram
Perlawanan kerajaan Mataram disebabkan oleh usaha Sultan Agung Hanyokrokusumo dalam mengebangkan kekuasaanya diseluruh jawa.Tetapi rencana tersebut terlhalang oleh VOC,oleh karena itu diperlukanya penyerangan terhadap VOC oleh kerajaan mataram penyerangan mataram terjadi 2 kali , tahun 1672 dipimpin Tumenggung Bahurekso,Suro Agul Agul,Dipasi Uposonto, Dipati Mandurejo dan Dipati Ukur., penyerangan pertama gaga karena persediaan makanan Mataram dibakar oleh VOC.jarak Mataram VOC yang jauh dan kalah persenjataan perang Pada serangan kedua dipimpin Pangeran Puger dan Pangeran Purboyo yang berhasil mengepung Batavia berhari-hari. Dalam serangan ini Gubernur Jenderal Belanda J.P Coen tewas terkena penyakit kolera. Sepeninggal Sultan Agung penggantinya yaitu Sultan Amangkurat Mas I justru bersedia bekerja sama dengan Belanda. Hal ini menimbulkan kemarahan rakyat khususnya daerah Pantura. Mereka bangkit melawan Belanda dipimpin Trunojoyo yang dibantu pasukan Makassar dipimpin Kraeng Galesung dan berhasil menguasai ibu kota Kerajaan Mataram
2.perlawanaan kerajaan Makassar
perlawanan kerajaan Makassar dipimpin oleh SUltan Hasanuddin.penyebab  peperangan yaitu keinginan VOC untuk memonopoli perdagangan,Oleh karena itu, VOC berusaha menguasai Benteng Sombaopu yang strategis karena menghubungkan perdagangan antara Malaka-Jawa-Maluku.Pertama
meminta Makassar untuk menutup pelabuhannya bagi kapal-kapal asing kecuali kepada Belanda. Permintaan tersebut ditolak Sultan Hasanuddin dan justru menguasai daerah sekitarnya termasuk Bone dan daerah Nusa Tenggara. Aru Palaka penguasa Bone tidak terima maka ia meminta bantuan Belanda untuk menyingkirkan Sultan Hasanuddin, akibatnya perang besar tidak dapat dihindari. Sultan Hasanuddin mengalami kekalahan dan terpaksa menandatangani Perjanjian Bongaya berisi: VOC memonopoli perdagangan di Makassar, VOC boleh mendirikan Benteng Roterdam di Makassar, Sultarn Hasanuddin harus melepaskan daerah yang dikuasai termasuk Bone, Aru Palaka diakui sebagai Raja Bone, dan Makassar harus mengganti kerugian perang Setelah kekuatan kembali, Sultan Hasanuddin melanjutkan perang dan gugur di benteng Sombaopu. Pengikutnya yang setia melanjutkan perjuangan ke daerah lain yaitu Kraeng Galesung dan Montemerano yang membantu Trunojoyo di Jawa
3.Perlawanan Kerajaan BantenDi masa Sultan Ageng Tirtayasa, Banten mencapai kejayaan. Sultan Ageng Tirtayasa menerapkan sistem perdagangan bebas sehingga, banyak bangsa lain yang berdagang dengan Kerajaan Banten. Namun, VOC berusaha mendapat hak monopoli perdagangan di Banten, pertama-tama VOC memblokade jalur perdagangan dibanten. Sultan Ageng Tirtayasa meminta bantuan Inggris, Denmark  dan Prancis. VOC tidak kurang akal dengan siasat devideet impera.Sultan Haji, anak Sultan Ageng Tirtayasa berhasil dibujuk Belanda untuk merebut takhta ayahnya. Tahun 1681, pasukan VOC yang dibantu Sultan Haji berhasil mendesak pasukan Sultan Ageng Tirtayasa. Akhirnya Sultan Ageng tertangkap dan ditawan hingga wafat pada tahun 1692, sebagai imbalan, Sultan Haji harus memberikan Cirebon kepada VOC, memberikan hak monopoli dagang lada di Banten dan Lampung kepada VOC, Banten harus mengakui kekuasaan VOC. Namun, perlawanan terhadap VOC di Banten terus berlanjut di bawah pimpinan Pangeran Purbaya, Ratu Bagus, dan Kiai Tapa 

4.Perlawanan Rakyat Maluku 
 Perlawanan rakyat Maluku terhadap VOC disebabkan oleh: upaya VOC memonopoli perdagangan rempah-rempah di Maluku, pelayaran hongi, dan hak ekstirpasi yang dilakukan VOC. Pelayaran hongi yaitu patroli keamanan menggunakan kapal kora-kora untuk mencegah terjadinya penyelundupan perdagangan rempah-rempah yang dilakukan rakyat Maluku terhadap bangsa lain. Hak ekstirpasi yaitu pembakaran tanaman cengkeh atau rempah-rempah untuk menjaga kestabilan harga rempah-rempah di pasar dunia. Perlawanan rakyat Maluku terhadap VOC dipimpin oleh Kakiali (1635), Telukabesi (1646), Saidi (1650) dan oleh sultan Tidore bernama Sultan Jamaludin. Tertangkapnya Sultan Jamaludin oleh VOC menyebabkan perang besar antara rakyat Tidoreyang dipimpin Sultan Nuku, putra Sultan Jamaludin melawan VOC.Siasat yang dipakai yaitu mengadu domba antara tentara Inggris dengan tentara VOC. Setelah VOC kalah, tentara Inggris disingkirkan dari Maluku, dan Tidore terbebas dari kekuasaan asing untuk sementara.
b. Perlatwanan terhadap pemerintah kolonial Belanda
1) Perang Jawa
Disebut Perang Jawa karena wilayah pertempuran hampir meliputi seluruh Jawa. Sebab khusus Perang Jawa, yaitu dibangunnya jalan raya melewati makam leluhur Pangeran Diponegoro tanpa izin. Sebab umum dari Perang Jawa, yaitu sebagai berikut
a) Penderitaan rakyat akibat harus membayar: pajak tanah (walah-welit), pajak halaman kekurangan (pangawang-awang), pajak jumlah pintu (pencumpling), pajak ternak (pajigar), pajak pindah nama (penyongket), dan bekti (pajak jabatan).
b) Semakin sempitnya wilayah kerajaan dan menurunnya kedaulatan raja.
c) Intervensi Belanda dalam pemerintahan kerajaan.
d) Masuknya budaya Barat yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.
e) Hapusnya sistem penyewaan tanah bangsawan kepada petani.
f) Belanda tidak menghormati adat keraton.
2) Perang Padri (Sumatra Barat)
Sebab khusus perang Padri yaitu adanya pertentangan antara kaum adat dengan kaum Padri yang hendak menghapuskan kebiasaan kaum adat yang dianggap menyimpang dari ajaran agama Islam. Kaum adat yang dipimpin Datuk Sati dibantu oleh Belanda. Perang ini terbagi menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.
a) Masa tahun 1821-1825
b) Masa tahun 1825-1830

c) Masa tahun 1830-1837
3) Perang Aceh
 berdasarkan Traktat London 1834, Aceh mendapat status sebagai Buff erstate bagi kekuasaan belanda di sumatera dengan Inggris di Malaka ,hak tersebut menyebabkan aceh bebas melakukan hubungan dengan negara lain, namun semenjak adanya Taktat Sumatra 1871, Aceh menjadi bagian wilayah Belanda ,Pada penyerangan Belanda pertama gagal bahkan Jendral Kohler tewas,tetapi penyerangan Belanda untuk ke 2 kalinya yang dipimpin oleh Van Heuts, berhasil merebut Masjid Raya dan istana Aceh.usaha Belanda menguasai Aceh untuk membangn pos pos penjagaan dan pemusatan pertahanan,ternyata diketahui ada perbedaan pandangan dalam menghadapi Belanda antara Bangsawan dengan unlama,hal ini menyebabkan Belanda mengambil celah untuk mematahkan serangan rakyat Aceh,sehingga Aceh terdesak dan banyak pemimpin yang tertangkap .
4) Perang Sapura
Perlawanan rakyat sapura didasari pendudukan Belanda atas Benteng Duursteda di saparua
kegelisaan rakyat maluku akan pajak serta monpoli yang dilakukan Belanda ,dan perbedaan uang kertas yang membuat bingung rakyat.
perang besar terjadi dalam perebutan benteng  Duursteda tanggal 15 mei 1817 semula Pattimura memperoleh kemenangan namun karena kalah persenjataan dan tambahan pasukan Belanda , benteng tidak dapat mempertahankan,pasukan patimura makin terdesak .kapitan Paulus TIahahu bersama putrinya, Christina Marta TIahahu tertangkap,dan ahkirnya Patimura puntertangkap dan dijatuhi hukuman gantung bersama bersama 3 panglima setianya.
3.perlawanan terhadap Inggris 
a.Perlawanan Keraton Yogyakarta Terhadap Penjajahan Bangsa Inggris   
Pada saat inggris berkuasa di jawa dipimpin oleh Raffles ,sedangkan keresidenan Yogyakarta yaitu Jhon crawfurd. Saat  tiu,kresidenan Yogyakarta yang dipimpin Sultan Hamengkubuwono II terkenal keras dan sangat memntang pemerintahan kolonial sehingga membuat bangsa Eropa(Inggris) terganggu,sikap keras tersebut terlihat dalam pertama kali Raffles datang ke Yogyakarta pada bulan desember 1811, Saat itu Sultan Hamengkubuwono II bertengkar dengan Raffles ,selanjutnya ada insiden kecil yang terjadi yaitu tempat duduk Raffles di buat lebih rendah dari tempat duduk Sultan Hamengkubuwono II , atas hasil pertemuan tersebut Sultan Hamengkubuwono II merasa tidak puas dan kecewa atas Inggris , ahkirnya Ia mengutus diam diam , Sunan Pakubuwana IV deengan mengutus Tumenggung Ronowij oyo untuk mengatarkan surat ke Sultan Hamengkubuwana II yang berisi kerjasama memberantas Inggris dan jika berhasil akan dibagi menjadi 2 wilayah ,Sultan Hamengkubuwono II mensetujui hal itu dan kesepakatan itu tercapai awal mei 1812 di klaten antara Ronowij oyo dan Sumodiningrat.
 b.Perlawanan rakyat Palembang terhadap penjajahan bangsa InggrisRaffles mengirim tiga orang utusan yang dipimpin oleh Richard Philips ke Palembang untuk mengambil alih kantor sekaligus benteng Belanda di Palembang dan meminta hak kuasa sultan atas tambang timah di Pulau Bangka. Sultan Mahmud Badaruddin II menolak permintaan itu dengan merujuk pada surat Raffles sebelumnya bahwa kalau Belanda berhasil diusir, Palembang akan menjadi kesultanarn yang merdeka. Raffles pun kaget luar biasa setelah mengetahui bahwa dengan cerdas. Sultan Mahmud Badaruddin II menjadikan isi suratnya dahulu sebagai legitimasi untuk melepaskan diri dari kekuasaan Inggris. Raffles pun memilih untuk mengkhianati janjinya tersebut. Raffles mengirim ekspedisi perang di tahun 1812 yang dipimpin Mayor Jenderal Robert Gillespie. Ekspedisi pun sampai dalam waktu 1 bulan di Sungai Musi. Sultan Mahmud Badaruddin II juga sudah bersiap-siap menghadapi gempuran tersebut. Kesultanan Palembang akhirnya jatuh ke tangan Inggris hanya dalam waktu 1 minggu karena pertahanan di Pulau Borang sudah jebol tanpa perlawanan yang berarti. Ternyata adik sultan yang bernama Pangeran Adipati Ahmad Najamuddin telah menjadi komandan yang pengecut bagi pasukannya di pulau yang strategis itu. Mengetahui hal itu, Sultan Mahmud Badaruddin II segera meninggalkan keraton Palembang dengan membawa seluruh tanda kebesaran kesultanan lalu mempersiapkan perlawanan gerilya terhadap Inggris

No comments:

Post a Comment

Perkembangan Kolonialisme Dan Imperalisme Eropa Bab1 part 3

c.strategi Perlawanan Bangsa Indonesia Terhadap Penjajahan Bangsa Eropa sampai awal abad ke 20 __________________________________________ ...